steps | CT

Step 1
drawing



Step 2
editing>photoshop

 Step 3
adding photo


Step 4
result


poster | IFun1434H

 MM IFun 1434H-Romeo Juliet
poster talkshow



poster tabligh akbar



bookmark | creat(iv)e

creat(iv)e


animation(?) | 1ˢͭ


pancasila


1. Ketuhanan YME

Setiap rakyat terutama pemimpinnya khususnya pemimpin tertingginya harus suwung. Suwung itu berarti zero tapi nggak empty. pemimpin hanya ada sama Tuhan. Pemimpin nggak sama pada harta, benda, atau kekuasaannya. Seorang pemimpin boleh aja punya harta dan kekuasaan(isi). Tapi dia nggak boleh punya kemelekatan sama harta, benda, dan kekuasaannya(kosong).

2. Kemanusiaan Yang Adil & Beradab

Kalau buat kemaslahatan rakyat, harta, benda, dan kekuasaan itu diperlukan, ya, si pemimpin harus rela memberikan itu semua buat rakyatnya. Kayak Nabi Ibrahim A.S yang rela nyembelih anaknya.

3. Persatuan Indonesia

Seorang pemimpin itu kudu mampu menjaga persatuan Indonesia, artinya kudu mampu menjaga keragaman di Indonesia.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Seseorang yang mau merelakan harta dan kekuasaannya buat rakyat, dan mampu menjaga persatuan Indonesia dengan berasaskan ketuhananlah yang berhak memimpin mufakat.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Semua rapat, kumpul-kumpul yang tujuannya bukan buat itu dianggap ilegal.


kabar dari sana


Anyir darah bersenggama dengan udara
Segar, darah sipil di negeri kecil
                Tumbanglah tubuh-tubuh rapuh
                Melayang jiwa bersama derita
Angin malam kabarkan berita
Sampai kita di beragam wacana
Tentang sebuah negeri yang hampir  mati
Tentang sebuah negeri yang tunggu mati
             Di negeri itu,

Tangisan adalah harmoni
            Jerit bayi lihat orangtua mati
Gema takbir adalah genderang sejati
Iringi mereka yang kehilangan mimpi
Pincang kaki tertatih melangkah
Tapak mungil anak kecil
Di genggaman luka penuh darah
Sejumput kerikil dibalur amarah
                Pandang matanya nampak duka
                Tiada pelita menerangi harinya
                Gundukan tanah adalah saksi buta
                Kemudian, sebutir peluru menutup matanya
Lalu kita mulai bertanya mengapa
Dengar ledak ranjau menjawab semua
Dan tembakan meriam bicara pada kita
Dansayatan belati saling bercerita
                Deru pesawat di atas kepala
                Derap langkah Sang Sersan bawa senapan
                Hunus pedang tebas nyawa
                Rampas tanah air, jiwa, dan cinta
Lalu di ujung menara mesjid
Burung nazar berputar-putar
Lalat-lalat menari girang
Kepulan asap dalam kelabu mega
Bersama para biadab berpestapora
                Sejenak azan mengalun merdu
                Laksana embun hapus luka mereka
                Bersama itu terdengar lantunan syahdu
                Para syuhada menyebut nama-Mu

bagaimana


bagaimana rasanya ketika Anda telah mencoba memberanikan diri untuk mau dekat dengan seseorang setelah sebelumnya Anda berusaha keras membentengi hal itu terjadi?

bagaimana rasanya ketika Anda telah mulai menikmati alurnya, kemudian Anda digoncangkan oleh ganjalan di tepi jalan?

bagaimana rasanya ketika kemudian diri salah satu sisi Anda sendiri lebih memukul Anda untuk menjauh?

bagaimana rasanya ketika satu sisi yang lainnya telah menyadarkan Anda tentang seseorang yang lebih membutuhkan apa yang telah Anda paksakan tadi?

bagaimana rasanya ketika Anda telah begitu dekat, Anda malah lebih memahami orang yang membutuhkan tersebut?

bagaiman rasanya ketika kemudian anda mulai berpikir bahwa Anda menyesal telah dekat dengannya?

bagaimana rasanya ketika muncul rasa ketidakenakan disaat Anda, ia, dan yang membutuhkan berada dalam suatu situasi kebersamaan?

bagaiman rasanya ketika Anda berupaya untuk membatasi, namun arus kasih sayang tersebut terus mengaliri kemarau di relung hati Anda?

bagaimana rasanya ketika kemudian hati kecil Anda berteriak bahwa "oh ya, Anda tak bisa melepaskan kasih sayang yang tulus tersebut"?

bagaimana rasanya ketika kata-kata itu, sikap itu, gerak itu, suara itu, waktu itu, tempat itu ternyata tak ingin melepaskan Anda?

bagaimana rasanya ketika tulang Anda, darah Anda, otak Anda adalah paku dalam tarikan ladam itu?

bagaimana rasanya ketika anda melihat kasih sayang di matanya, di mata orang yang membutuhkan, dan di mata Anda sendiri?

bagamana? apakah Anda mampu merasakan apa yang saya rasakan?


Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 createTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.