bagaimana rasanya ketika Anda telah mencoba memberanikan diri untuk mau
dekat dengan seseorang setelah sebelumnya Anda berusaha keras membentengi hal
itu terjadi?
bagaimana rasanya ketika Anda telah mulai menikmati alurnya, kemudian Anda
digoncangkan oleh ganjalan di tepi jalan?
bagaimana rasanya ketika kemudian diri salah satu sisi Anda sendiri lebih
memukul Anda untuk menjauh?
bagaimana rasanya ketika satu sisi yang lainnya telah menyadarkan Anda
tentang seseorang yang lebih membutuhkan apa yang telah Anda paksakan tadi?
bagaimana rasanya ketika Anda telah begitu dekat, Anda malah lebih memahami
orang yang membutuhkan tersebut?
bagaiman rasanya ketika kemudian anda mulai berpikir bahwa Anda menyesal
telah dekat dengannya?
bagaimana rasanya ketika muncul rasa ketidakenakan disaat Anda, ia, dan yang
membutuhkan berada dalam suatu situasi kebersamaan?
bagaiman rasanya ketika Anda berupaya untuk membatasi, namun arus kasih
sayang tersebut terus mengaliri kemarau di relung hati Anda?
bagaimana rasanya ketika kemudian hati kecil Anda berteriak bahwa "oh
ya, Anda tak bisa melepaskan kasih sayang yang tulus tersebut"?
bagaimana rasanya ketika kata-kata itu, sikap itu, gerak itu, suara itu,
waktu itu, tempat itu ternyata tak ingin melepaskan Anda?
bagaimana rasanya ketika tulang Anda, darah Anda, otak Anda adalah paku
dalam tarikan ladam itu?
bagaimana rasanya ketika anda melihat kasih sayang di matanya, di mata orang
yang membutuhkan, dan di mata Anda sendiri?
bagamana? apakah Anda mampu merasakan apa yang saya rasakan?
bagaimana
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar