kabar dari sana


Anyir darah bersenggama dengan udara
Segar, darah sipil di negeri kecil
                Tumbanglah tubuh-tubuh rapuh
                Melayang jiwa bersama derita
Angin malam kabarkan berita
Sampai kita di beragam wacana
Tentang sebuah negeri yang hampir  mati
Tentang sebuah negeri yang tunggu mati
             Di negeri itu,

Tangisan adalah harmoni
            Jerit bayi lihat orangtua mati
Gema takbir adalah genderang sejati
Iringi mereka yang kehilangan mimpi
Pincang kaki tertatih melangkah
Tapak mungil anak kecil
Di genggaman luka penuh darah
Sejumput kerikil dibalur amarah
                Pandang matanya nampak duka
                Tiada pelita menerangi harinya
                Gundukan tanah adalah saksi buta
                Kemudian, sebutir peluru menutup matanya
Lalu kita mulai bertanya mengapa
Dengar ledak ranjau menjawab semua
Dan tembakan meriam bicara pada kita
Dansayatan belati saling bercerita
                Deru pesawat di atas kepala
                Derap langkah Sang Sersan bawa senapan
                Hunus pedang tebas nyawa
                Rampas tanah air, jiwa, dan cinta
Lalu di ujung menara mesjid
Burung nazar berputar-putar
Lalat-lalat menari girang
Kepulan asap dalam kelabu mega
Bersama para biadab berpestapora
                Sejenak azan mengalun merdu
                Laksana embun hapus luka mereka
                Bersama itu terdengar lantunan syahdu
                Para syuhada menyebut nama-Mu

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 createTemplate by :Urangkurai.Powered by Blogger.Please upgrade to a Modern Browser.